0

Soto Gerabah Solo

The story
Indonesia terkenal akan kekayaan budaya serta kuliner nya, salah satunya kuliner indonesia yg paling legend adalah soto. Soto merupakan makanan khas indonesia yg hampir ada di setiap kota dan memiliki ciri khasnya masing2. Di kudus ada namanya soto kudus, di jakarta ada soto betawi, di makassar ada coto makasar, di pekalongan ada tauto (tauco soto) dan di solo ada yg namanya soto gerabah.

Kali ini saya akan mencoba untuk membahas soal soto gerabah khas kota solo. Jalan-jalan saya kali ini adalah mampir ke kota solo, selain memang ada undangan review utk @kuliner saya pun ingin mencicipi kuliner solo lainnya, salah satunya adalah soto gerabah ini. Awalnya saya berfikir apa sih soto gerabah, apa bedanya dengan soto-soto lainnya?? meski keturunan jawa tapi jujur saya masih gak ngerti arti dari gerabah itu apa.

Gerabah artinya perkakas yg terbuat dari tanah liat kemudian dibentuk sedemikian rupa lalu dibakar untuk dijadikan alat-alat yg berguna untuk membantu kehidupan manusia. Jadi tak heran rasanya saat datang ke tempat ini kalian akan menemukan banyak perkakas yg dipajang di area soto gerabah yg terbuat dari tanah liat, seperti misalnya kendi, tungku utk memasak, dll.

Berbicara tentang soto gerabah tidak lepas dari bapak Hari, beliau lah sang owner sekaligus yang memprakarsai hadirnya soto gerabah. Pada awalnya pak Hari bersama istrinya berfikir untuk membuat usaha di bidang kuliner, yang tidak terlalu sulit namun unik maka dari situlah tercetus ide membuat soto gerabah, makanan yang tidak terlalu sulit dalam pengolahannya namun akan menjadikan unik ketika disajikan dalam mangkuk yang terbuat dari gerabah, bahkan bukan hanya mangkuknya saja, gelasnya pun terbuat dari kerajinan gerabah.

The place
Sempat 2 kali nyasar untuk menemukan lokasi soto gerabah karena lokasi gps yg ada di google sedikit meleset tapi alhamdulillah akhirnya ketemu. Sesampinya di lokasi saya terkagum melihat tempatnya, etnik jawa banget dan disambut oleh lagu keroncong persis kalo kita dateng ke acara kondangan. Terlihat tempat duduk yg memanjang serta meja-meja dan terlihat simbok penjual soto dengan gaya khasnya mempersilahkan kami untuk duduk di balik “pikulan” tradisonal khas penjual soto.

Saya dan keluarga memilih duduk di tempat duduk panjang dekat dengan pikulan sotonya, agar saya sesekali bisa bertanya-tanya ataupun nanti akan meminta tambah porsi soto. Di pojokan dekat pajangan gerabah saya melihat ada pedati yang terpajang disana, bahkan di sebelahnya pun disediakan tempat lesehan yang menggunakan dipan dialaskan tikar, tapi sayangnya saya gak sempat memotret bagian ini.

Sambil menunggu soto dihidangkan kami sekeluarga berbincang santai, menikmati setiap sudut tempat soto gerabah, tempat yang cukup unik dengan khas etnik jawa banget, memperhatikan setiap detail dan ujungnya, di dekat pintu masuk saya melihat ada ayunan kayu (lagi-lagi saking menikmati tempatnya saya lupa untuk memotret) lalu di dekat pikulan soto ada etalase yang berisikan aneka hiasan yang terbuat dari gerabah serta patung wayang seperti semar dan bagong.

image

image

Pada awalnya soto gerabah berlokasi di Solo baru, sukoharjo. Namun pada tahun 2008 soto gerabah pindah ke Jl. Dr. Soepomo no. 57, pasar beling, surakarta. Saat ini soto gerabah sudah memiliki dua cabang di kota yang berbeda, yakni di kota Yogyakarta dan kota Tangerang. Semoga soto gerabah akan melebarkan sayapnya dengan membuka cabang-cabang baru di kota-kota besar lainnya.

Soto gerabah buka dari pagi jam 07.00 sampai sore, jadi untuk kalian yang ingin mencicipi soto gerabah ini datanglah di waktu yang sudah di tentukan, jangan sampe kemaleman ya sudah dipastikan tutup jika datang malam hari.

The food
Ini dia saat yang dtunggu-tunggu, menikmati soto gerabah khas kota solo. Penyajian yang cukup unik, untuk pertama kalinya saya makan soto bukan dengan mangkuk beling melainkan dengan mangkuk yang terbuat dari gerabah dan senodknya pun bukan sendok alumunium pada umumnya melainkan sendok kayu tradisional. Kuah soto yang terlihat agak keruh namun kental yang bumbu dan rempah-rempahnya diracik menyatu membuat soto ini terasa begitu lezat dan memiliki cita rasa yang cukup menggoda, dengan isian soto pada umumnya, ada toge/kecambah, kol/kobis, dan irisan ayam kampung serta taburan bawang putih goreng.

image

Tak afdhol rasanya menikmati soto gerabah tanpa di dampingi lauk pauk lainnya, simbok penjual soto pun menghidangkan 3 piring gerabah lauk pauk yang terdiri dari tempe goreng, tempe mendoan, pergedel, sate telur, sate ati ampela, tahu isi, dan bakwan jagung. Disajikan saat masih hangat, satu piring tempe goreng pun kami santap dan langsung ludes, tekstur tempe yang kriuk, tidak telalu tebal dan bikin nagih terus. Agak sulit menemukan jenis tempe seperti ini di kota tempat saya tinggal yakni Tangerang.

image

Untuk minumnya saya pesan wedang kunir asem dan teh, disajikan juga dengan menggunakan gelas yang terbuat dari kerajinan gerabah, nah ada yang unik disni, untuk mengaduk minumannya kita gak dikasih sendok seperti pada umumnya, namun di gelas tersebut sudah dikasih sebatang sereh untuk mengaduk minumannya, bener-bener penyajian yang unik dan anti mainstream.

image

Untuk anda yang berencana liburan ke kota solo, singgahlah di warung soto gerabah ini, kuliner khas kota solo yang patut anda coba juga. Tidak hanya sotonya saja yang lezat namun disana kalian akan bisa menikmati macam-macam koleksi kerajinan gerabah. Kita bisa menikmati semangkuk soto dengan membayar IDR 8K saja, serta aneka lauk pauk dan gorengan yg berkisar antara IDR 2K-3K.