0

Lentog Tanjung (kuliner pagi khas kota kudus)

The story
Lentog tanjung, kuliner pagi khas kota kudus ini membuat saya selalu ingin kembali ke kota ini. Lentog yang berarti lontong, yakni makanan berupa beras yang sudah di aron lalu dibungkus dengan daun pisang kemudian di kukus untuk proses pematangan. Jika lontong lazimnya berukuran kecil berbeda halnya dengan lentog, lentog yang digunakan untuk lentog tanjung ini berukuran lebih besar tepatnya sebesar paha orang dewasa.

Tanjung merupakan salah satu daerah di kota kudus, tepatnya desa tanjungsari kecamatan jati, kabupaten kudus, jawa tengah. Dari sinilah kuliner lentog tanjung ini mulai ada, karena memang dahulu kala penjualnya berasal dari desa tanjung. Pada awalnya lentog tanjung ini hanya dijual di hari minggu atau hari libur saja untuk menu sarapan warga sekitar, dan hanya ada di daerah tanjung. Namun kini lentog tanjung sudah tersebar ramai di penjuru kota kudus dan menjadi icon kuliner kota kudus selain soto.

The place
Jika kalian singgah di kota kudus dan ingin mencari lentog tanjung di daerahnya yakni daerah tanjung, arahkan kendaraan anda ke terminal kudus (bagi yang dari daerah semarang) nanti dari lampu merah terminal kudus bisa langsung ambil kanan dan terus sampe arah tanjung. Dan bagi yang dari arah surabaya / kudus kota bisa langsung ambil arah RS. Mardi rahayu, dari lampu merah RS belok kiri lalu lurus saja dan nanti lokasi khusus penjual lentog tanjung ada di daerah tanjung dengan warung-warung yang berjejer.

Sejak menjadi icon kuliner kota kudus, relokasi tempat untuk para penjual lentog tanjung saat ini cukup rapih dan tertata, masing-masing penjual diberi kios, jadi tinggal pilih ingin datang ke kios yang mana, dari segi rasa hampir sama saja semua tergantung selera dan kembali ke lidah masing-masing. Warung-warung lentog ini buka dari jam 06.00 sampe jam 10.00 pagi, jadi usahakan jangan sampe kesiangan ya jika ingin menikmati kuliner pagi khas kota kudus ini.

image

The food
Tidak sulit bagi saya untuk menemukan daerah tanjung, karena memang saya pernah menghabiskan masa-masa sekolah disni. Setibanya di warung lentog saya langsung memesan 2 porsi lentog tanjung, iya 2 porsi, itu karena porsi yang disajikan memang imut-imut. Lentog tanjung yang berisikan irisan lontong, lalu disiram dengan kuah sayur nangka atau sayur tewel/sayur gori kalo orang jawa bilang, lengkap dengan tahu dan tempenya, serta tak lupa taburan bawang gorengnya yang kriuk kriuk menambah sensasi menikmati lentog tanjung.

Penyajian khas lentog tanjung adalah penggunaan alas daun pisang. Saat saya bertanya “kenapa harus pake daun pisang padahal sudah pake piring beling” ternyata ini memang sudah tradisi, agar si lentog ini tetap memiliki cita rasa yang khas dng dialaskan daun pisang.

Semakin mantap menikmati lentog tanjung ini kalo rasanya pedas ya, at least memang saya pecinta pedas, gk afdhol rasanya kalo gak pedas. Saya pun menambahi lentognya dengan siraman kuah sambal, sambalnya ini unik, bukan berupa sambal ulegan atau cabe irisan melainkan cabe gelondongan/cabe utuh yang sudah direbus lalu dicampurkan ke kuah kental. Sayangnya part sambal ini saya lupa nanya apa saja bumbunya, yang pasti kuah si sambal ini yang bikin saya pingin nambah terus.

Untuk menikmati lentog tanjung ini kalian cukup membayar 3500-4000 rupiah saja, murah banget kan?? (harga bervariasi setiap kios lentog beda harga). Di temani dengan aneka gorengan 1000 rupiah serta sate telur 3000 rupiah.

image